Umur berapa kirakira Anda mulai mampu mengingat kajadian yang Anda lihat, Anda dengar, Anda sentuh, atau bahkan Anda alami? sejak berumur 1, 2, 3, 4, 5, atau 6 tahunkah? Kejadian apa sajakah yang masih Anda ingat di umur-umur itu? Atau bahkan sudah lenyap sama sekali?
Mari kita ingat massa kecil kita. Pernahkah anda mendengar sandiwara radio Brama Kumbara raja Madangkara? Saya yakin, bagi kebanyakan anak kecil yang berumuran anak SD ataupun SMP dan bahkan SMA akan berharap bisa sesakti dan sebijaksana Brama kan? Padahal, jelas tak mungkin kita jadi Brama Kumbara.
Saat masih di bangku SMA, Pernahkah Anda mengagumi seorang bintang film, penyanyi, atlit OR, atau yang lainnya? Bermimpikah juga anda akan bisa seperti mereka? Ketika kagum dengan pemusik rock, misal, Anda kemudian meniruniru cara berjalan dan berpakaiannya. Kalau bisa malah gaya bicaranya kita jiplak sekalian. Melihat seorang atlit sepakbola sukses, misal, anda kemudian rajin berlatih sepak bola saban sore di lapangan bahkan tanpa sepatu bola. :D
Tenang, sesungguhnya perilaku seperti itu tidak hanya terjadi pada anak kecil dan remaja saja. Manusia dewasa pun ternyata banyak yang mengalami hal semacam itu. Inilah yang saya sebut manusia yang belum menemukan prinsip dan jatidirinya. Banyak saya jumpai temanteman yang begitu mengagumi beberapa penulis, kemudian jungkir balik berusaha untuk bisa menulis. Jika perlu menulis tentang penulis yang menginspirasinya dan diidolakannya. Mendengar cerita sukses seorang pedagang, dia serta merta cari hutangan untuk modal dagang, dan akhirnya gagal total dalam usahanya.
Sebenarnya kita tidak perlu terlalu silau dengan prestasi seseorang, karena sesungguhnya kita juga memiliki prestasi tersendiri dalam bidang yang lain. Tak perlu matimatian untuk bisa nulis jika emang tak berbakat untuk nulis. Prestasi seorang guru, misal saja, tak terbatas hanya pada tulismenulis.Jika ada yang menyebarkan virus tentang menulis bagi guru, anggap saja itu angin lalu. Atau ada baiknya kita lawan dengan virus yang juga sesungguhnya kita miliki.
Sebagai guru yang juga petani dan peternak, mari, saya mengajak kepada rekan guru untuk senantiasa berusaha agar mendapatkan income selain gaji sebagai guru. Maka belajarlah beternak dan bertani sejak sekarang, atau Anda akan tetap miskin dengan gaji Anda. :)
Tak perlu silau dengan tulisan Man…
Mari kita ingat massa kecil kita. Pernahkah anda mendengar sandiwara radio Brama Kumbara raja Madangkara? Saya yakin, bagi kebanyakan anak kecil yang berumuran anak SD ataupun SMP dan bahkan SMA akan berharap bisa sesakti dan sebijaksana Brama kan? Padahal, jelas tak mungkin kita jadi Brama Kumbara.
Saat masih di bangku SMA, Pernahkah Anda mengagumi seorang bintang film, penyanyi, atlit OR, atau yang lainnya? Bermimpikah juga anda akan bisa seperti mereka? Ketika kagum dengan pemusik rock, misal, Anda kemudian meniruniru cara berjalan dan berpakaiannya. Kalau bisa malah gaya bicaranya kita jiplak sekalian. Melihat seorang atlit sepakbola sukses, misal, anda kemudian rajin berlatih sepak bola saban sore di lapangan bahkan tanpa sepatu bola. :D
Tenang, sesungguhnya perilaku seperti itu tidak hanya terjadi pada anak kecil dan remaja saja. Manusia dewasa pun ternyata banyak yang mengalami hal semacam itu. Inilah yang saya sebut manusia yang belum menemukan prinsip dan jatidirinya. Banyak saya jumpai temanteman yang begitu mengagumi beberapa penulis, kemudian jungkir balik berusaha untuk bisa menulis. Jika perlu menulis tentang penulis yang menginspirasinya dan diidolakannya. Mendengar cerita sukses seorang pedagang, dia serta merta cari hutangan untuk modal dagang, dan akhirnya gagal total dalam usahanya.
Sebenarnya kita tidak perlu terlalu silau dengan prestasi seseorang, karena sesungguhnya kita juga memiliki prestasi tersendiri dalam bidang yang lain. Tak perlu matimatian untuk bisa nulis jika emang tak berbakat untuk nulis. Prestasi seorang guru, misal saja, tak terbatas hanya pada tulismenulis.Jika ada yang menyebarkan virus tentang menulis bagi guru, anggap saja itu angin lalu. Atau ada baiknya kita lawan dengan virus yang juga sesungguhnya kita miliki.
Sebagai guru yang juga petani dan peternak, mari, saya mengajak kepada rekan guru untuk senantiasa berusaha agar mendapatkan income selain gaji sebagai guru. Maka belajarlah beternak dan bertani sejak sekarang, atau Anda akan tetap miskin dengan gaji Anda. :)
Tak perlu silau dengan tulisan Man…
wah nanti kalau taninya sukses gurunya jadi gak profesional lagi.. heheh jadi keingatan hasil yaninya
ReplyDeleteSelamat sore pak SUko
ReplyDeleteNice share pak
well, huebat, manthaaaab !
ReplyDelete