PPL yang saya maksud dalam judul di atas adalah Petugas Penyuluh Lapangan. Dalam hal ini, PPL yang saya soroti adalah PPL Pertanian. Sungguh saya salut pada mereka semua. Apa yang saya salutkan? banyak hal tentunya. sebagai pegawai negeri, mereka tak takut blusukan keluar masuk kubangan lumpur, juga keluar masuk hutan, maupun lahan perkebunan. Bukan tanpa hasil, saya bisa memberikan beberapa contoh karya nyata mereka.
Pertama, di bantul bagian selatan, mepet pantai samas. Tanah di pesawahan desa srigading dan sekitarnya adalah tanah lempung berpasir. Dahulu tanah itu kurang prduktif. Lalu datanglah PPL pertanian yang mengadakan penelitian, mencoba menanam brambang, juga lombok. Mulamula para petani tak percaya akan hasilnya. Lalu mereka, para PPL itu, menyewa lahan sebagai pilot project. (halah, nggaya istilahnya ya?). Hasilnya luar biasa. Barulah semenjak itu para petani percaya, dan sekarang ini samas adalah penghasil Brambang terbaik kedua setelah brebes (kalau gak salah lho..:P)
Kedua, di temanggung. Saya pernah tinggal beberapa minggu di temanggung demi sebuah keperluan. Tepatnya di desa krempong, kandangan. Daerah itu sangat bagus untuk menanam kopi. Hanya sayangnya, waktu itu, kopi yang ditanam petani adalah kopi liar (kopi hutan) yang umurnya relatif panjang dan pohonnya tinggi menjulang sehingga menyulitkan saat masa panen tiba. Lalu datanglah PPL pertanian. Mereka, para PPL tadi, menyampaikan sebuah ide penyambungan 2 jenis kopi. Harapannya agar bisa cepat panen dan berbatang pendek. Lagilagi petani tidak percaya. lalu PPL menyewa sebidang lahan untuk percontohan, yang hasilnya nanti bisa dipanen siapa saja. Benar, tak butuh waktu lama untuk bisa memanen hasilnya. Sejak itulah petani baru percaya akan ilmunya.
Ketiga, tak sekedar teori. PPL adalah juga praktisi. Seringkali saya melihat bagaimana mereka bisa macul dengan benar, memetik buah dengan benar, menanam dengan benar, merawat tanaman dengan benar. Mereka tak takut lumpur, tak takut binatang melata, tak takut gagal dalam percobaannya. Dalam menabur pupuk isalnya, saya benarbenar belajar dari mereka. Sedang sarjana pertanian yang sering ngoceh di tempat saya, ternyata tak bisa memegang cangklu dengan benar, menebar pupuk juga tak bisa rata.
Keempat, saya baru melalukan percobaan seperti para PPL itu. semoga bisa. :D
wkwkwk..
Pertama, di bantul bagian selatan, mepet pantai samas. Tanah di pesawahan desa srigading dan sekitarnya adalah tanah lempung berpasir. Dahulu tanah itu kurang prduktif. Lalu datanglah PPL pertanian yang mengadakan penelitian, mencoba menanam brambang, juga lombok. Mulamula para petani tak percaya akan hasilnya. Lalu mereka, para PPL itu, menyewa lahan sebagai pilot project. (halah, nggaya istilahnya ya?). Hasilnya luar biasa. Barulah semenjak itu para petani percaya, dan sekarang ini samas adalah penghasil Brambang terbaik kedua setelah brebes (kalau gak salah lho..:P)
Kedua, di temanggung. Saya pernah tinggal beberapa minggu di temanggung demi sebuah keperluan. Tepatnya di desa krempong, kandangan. Daerah itu sangat bagus untuk menanam kopi. Hanya sayangnya, waktu itu, kopi yang ditanam petani adalah kopi liar (kopi hutan) yang umurnya relatif panjang dan pohonnya tinggi menjulang sehingga menyulitkan saat masa panen tiba. Lalu datanglah PPL pertanian. Mereka, para PPL tadi, menyampaikan sebuah ide penyambungan 2 jenis kopi. Harapannya agar bisa cepat panen dan berbatang pendek. Lagilagi petani tidak percaya. lalu PPL menyewa sebidang lahan untuk percontohan, yang hasilnya nanti bisa dipanen siapa saja. Benar, tak butuh waktu lama untuk bisa memanen hasilnya. Sejak itulah petani baru percaya akan ilmunya.
Ketiga, tak sekedar teori. PPL adalah juga praktisi. Seringkali saya melihat bagaimana mereka bisa macul dengan benar, memetik buah dengan benar, menanam dengan benar, merawat tanaman dengan benar. Mereka tak takut lumpur, tak takut binatang melata, tak takut gagal dalam percobaannya. Dalam menabur pupuk isalnya, saya benarbenar belajar dari mereka. Sedang sarjana pertanian yang sering ngoceh di tempat saya, ternyata tak bisa memegang cangklu dengan benar, menebar pupuk juga tak bisa rata.
Keempat, saya baru melalukan percobaan seperti para PPL itu. semoga bisa. :D
wkwkwk..
No comments:
Post a Comment
mari, kuhargai keikhlasanmu