TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG SEDERHANA INI. MOHON MENINGGALKAN LINK DAN KOMENTAR

RUSAK

Kasihan malam, sendirian dia dalam kedinginan. Maukah aku temani wahai, malam yang dalam kesepian? Malam hanya tersenyum masam. Sedang perutku makin keroncongan. Oh, malam, aku juga sendirian, kedinginan dan kelaparan. Adakah kiranya dikau punya secuil makanan? kepala malam, aku melihatnya, keras digelengkan. "Tak ada makan, Tuan," mungkin itu yang ingin ia ucapkan.


Kawan, sungguh aku kelaparan. Sejak pagi perutku belum menemu nasi meski sekepal tangan. Ingin aku buka pintu kulkas yang mungkin masih tersisa sedikit buahbuahan. Tapi, kulkas siapa yang akan aku buka, Kawan? ah, kau tahu kan jika aku tak punya kemampuan? baik, aku buka saja tudung saji yang ada di meja makan. Oh, aku lupa. ini sudah malam, semua pintu tetangga sudah dirapatkan. Aku ketukpun, tak akan mereka membukakan. Lalu, tudung saji di meja makan siapa yang akan aku harapkan? lha wong aku juga belum punya meja makan. :'(

Satusatunya jalan buat mengganjal perut yang keroncongan ya bikin mie instant. Sebenarnya aku juga bosan, setiap hari tidak pagi, siang, ataupun malam, selalu saja aku makan mie instant. Bukan masalah tidak kenyang, tapi efeknya itu lho. Aku menjadi manusia yang;

serba instan

baru kemarin jadi anak
sekarang sudah punya anak

baru tadi siang belajar ngaji
malam ini sudah menjadi da'i

sekolah baru saja tamat
tibatiba jadi anggota dewan yang terhormat

kemarin baru saja belajar sajak
sekarang aku sudah jadi  penyair

Rusaaak..rusak.
negoroku rusak!

No comments:

Post a Comment

mari, kuhargai keikhlasanmu