TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG SEDERHANA INI. MOHON MENINGGALKAN LINK DAN KOMENTAR

TENTANG CITA-CITA

anak berhak punya citacita, orang tua berhak mendambakan
kesuksesan sang anak.
apa citacitamu nak?

jadi dokter
bagus. sekolah yang pinter.



jadi guru
o, sungguh mulya citacitamu itu. menjadi orang yang patut digugu dan ditiru.

jadi polisi, jadi tentara, jadi jaksa
wah. anak bapak luar biasa. mengajilah, persiapkan akhlakmu.

kalau jadi petani?
boleh. boleh. boleh. jadilah petani berdasi.

jadi abdi negara, pak.
wah. anak bapak luar biasa. semoga engkau bisa.

aku ingin jadi wartawan.
nak, tahukah engkau kabar tetangga sebelah?
tidak. kabar apa pak?
ah, Nak. jadi wartawan, rupanya engkau tak layak.

jadi politisi, boleh pak?
sebentar, nak. engkau selalu juara satu di sekolahmu.
jadi poltisi tak butuh itu.

Duhai Bapak, ananda mohon restu. jikalau diperkenankan, saat besar nanti ananda
hendak menjadi penyair. ananda hendak berkabar pada dunia tentang alam raya yang memesona
tentang indahnya katakata saat tersentuh tangan pujangga selayaknya hamba.
duhai anakku, ayah restui dikau. jadilah penyair yang bukan nenek sihir. raciklah kata menjadi syiir.

Pak, jika besar nanti aku ingin korupsi lalu menikahi anak politisi.
hah? Nak, itu tak butuh sekolah. sana beli saja ijazah. lalu ijabsah.
syah? syah!


kamar baru, saat adzan magrib. 180112

No comments:

Post a Comment

mari, kuhargai keikhlasanmu