TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG SEDERHANA INI. MOHON MENINGGALKAN LINK DAN KOMENTAR

BANK

BANG
Bagi orang Betawi, Bang adalah sebutan atau kata sapaan untuk lakilaki yang lebih tua (Dewasa?). Jika anda bukan orang Jakarta dan suatu saat berkesempatan untuk berkunjung ke Jakarta, maka para awak angkutan akan segera dengan mudah mengenali anda dari cara anda menyapa mereka. Orang jawa tengah/Jogja akan menyapa dengan Mas atau Kang, Orang madura/Surabaya akan menyapa dengan sebutan Cak atau Rek...
Berkait dengan sebutan ini, ada sebuah kisah menggelikan.
Suatu saat, ada seorang anak perempuan jawa yang sepulang dari luar negeri (Sebagai TKW) ingin merantau ke Jakarta. Dikisahkan pula, wanita ini termasuk golongan wanita yang hemat, tak suka jajan. Karenanya, sepulang dari luar negeri, uangnya yang begitu banyak, sebagian besar dia belikan emas, termasuk emas putih yang harganya jelas tak terjangkau isi kantong saya. Meski itu hanya satu gram. Nah, saat dia hendak pamit ke Jakarta sama neneknya, neneknya berpesan, "Nduk, nanti kalau di Jakarta emas berubah jadi abang lho..." Kontan wanita itu masuk rumah kembali, dan ngudaludal kembali tasnya.
Neneknya heran, dan menanya, "Apa yang ketinggalan Nduk?"
"Ini Mbah, Emas saya biar tak tinggal saja, ndak nanti berubah warna jadi abang...," Jawabnya pelan.
?????????

BAAAA....NNNNGGGGGG
Pernah baca novel, atau lihatlihat gambar iklan, atau apa saja yang terdapat peristiwa penembakan oleh aparat atau ledakan berbahasa inggris?? Kalau pernah, apa yang ditulis pada peristiwa itu??
Dalam bahasa Indonesia, biasanya ditulis: Doorrr...gitu kan?
Nah...dalam bahasa inggris agaknya ada kelainan. mereka tidak menulis Doorrr, tapi "Baaannnggggg..."
Lucu kedengarannya ya?? Masak suara pistol kok "Banggggg?"

BANK
Nah....ini yang ingin saya gremengi.
Bagi kebayakan pegawai Negeri di Negeri entah berantah, maka Bank bukanlah sesuatu yang asing. Jika kita tanya pada seseorang di negeri itu, "Apa alasanmu ingin jadi PNS?" maka akan dijawabnya, "Biar bisa ngutang di Bank dengan mudah". Oalaaahhhh....
Kok harus begitu siiihh....Mbok sini saja, kalau cuman mau pinjam doit, tak carikan pinjaman ma temanteman penyair itu, yang uangnya bertumpuktumpuk..
Iyah. Bagi mereka, seakan Bank adalah tumpuan harapan. Tapi mungkin juga benar ding. Sebab kalau dihitunghitung, dengan pendapatan yang kita tahu nominalnya itu maka kecil kemungkinan bisa menabung hingga puluhan (gak usah mpe ratusan dach..) agar bisa membeli RSS yang termini sekalipun.

Bank, adalah lembaga tempat menyimpan, juga meminjam uang. Di negeri itu, negeri antah berantah itu, ada banyak jenis Bank yang tersebar bahkan hingga ke pelosokpelosok desa sekalipun. Dan dari berbagai jenis Bank itu, yang terkejam adalah Bank Thithil. Hari ini pinjam duit, maka besok pagi sudah harus mulai mengangsur dan tentunya dengan bunga yang tidak sewajarnya. Astaghfirullaahal'adzim......
Apa BankBank yang lain juga kuejjam??? Bergantung. Bergantung kita menilainya. Tapi bagi saya...Ya. Bagaimana tidak?? Pernah saya punya uang Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) yang agar aman, saya titipkan ke Bank daerah. Sungguh saya khawatir jika harus nyimpen uang sebanyak itu, yang saya kumpulkan dari seribu dua, di bawah klasa amben (tempat tidur) saya. Beberapa bulan kemudian, saya bermaksud menambahkan kembali recehan saya ke Rekening Bank. apa yang terjadi? Bukannya uang itu aman, justeru malah banyak berkurang. aduuuhhh....sueddih aku..

Sama halnya dengan seorang teman yang punya uang jauh lebih banyak dari saya. Tak mau di Bank besar, dia menabung di Bank BMT. Suatu saat, karena kebutuhan mendadak, dia ingin mengambil uangnya sebesar satu uta lebih sedikit. Apa yang terjadi? Tak bisa diambil ternyata uang itu. Dia harus menunggu hari senin, karena hari itu hari sabtu. Pun harus senin siang. Walaaahhh.... ngambil uangnya sendiri kok gak boleh sih????

Semenjak itulah saya tak mau berurusan dengan Bank. Dan akhirnya, karena kesal, saya kemudian menyimpulkan kenapa BANG ditulis menjadi BANK. Ternyata, jika diterusteruskan maka yang terjadi adalah BANKrut. Jika pinjam bunganya harus banyak, jika menyimpan bunga hanya sdikit. Pun masih harus bayar uang titipan. sayangnya saya gak pinter itungitungan, sehingga tak bisa melengkapi note ini dengan itung itungan.

Hiks..
Kawan, tahukah kamu? Saat ini saya lagi sedih, karena permasalahan BANK itu tadi. Ingiiinn sekali saya memiliki bukubuku bagus luar biasa. Tapi kenapa harus berurusan dengan Bank??? Sudah Bank Besar yang letaknya jauh di tengah kota, harus antre, kedinginan karena AC, kebingungan bagaimana cara membayar...walah...duh Gusti....nyuwun pitedah Gusti...

17 Syawal 1431 H

No comments:

Post a Comment

mari, kuhargai keikhlasanmu