Seperti malammalam sebelumnya, aku selalu sendiri di sini. anakanak dan istri, sudah tidur sedari tadi. oh. aku tak sendiri lagi membaca dan menulis di layar PC, karena sekarang berteman kursi.
tibatiba kegaduhan terjadi. ributribut kecil di dapur. suara berderit, lalu gemlonthangkrompyang. aku melongoknya ke sumber kejadian. TKP. tempat kejadian perkara. rupanya dua ekor tikus. bekerja sama, membuka tutup saji yang menghalangi sekerat ikan asin sisa laukku tadi. dua ekor tikus lari. gagal mencuri.
perihal tikus dan kelakuannya, kita semua benci. itu aku yakini, karena tikus suka mencuri. juga tikustikus di rumahku ini. tak punya kerjaan lain, selain mencuri. sebenarnya semua jalan akses masuk rumahku sudah tertutup bagi tikus itu. tapi tikus memang pandai mencari celah. mulamula lewat lubang sisa bawah pintu belakang. aku menutupnya. lalu lewat lubang anginangin. kututup strimin plastik, digerogotinya hingga bolongbolong. aku revisidengan kawat strimin, sedikit menyusahkan si tikus. lumayan. tak putus asa, tikus memperlebar lubang semut di pojok rumah. aku mengamandemennya dengan semen. beres. beberapa waktu rumahku aman dari ganguan tikustikus itu.
tapi dasar tikus, tak bisa makan jika tak mencuri.
keluargaku juga ceroboh. atau tepatnya menyeroboh. lubang pembuangan air, tutupnya raib entah kemana. dan tikus mendapatkan jalan masuknya. kembali dia mencuri, seperti kejadian malam ini. untung aku konangi. tikus lari, bersembunyi. di bawah kompor gas dia menyembunyikan diri. padahal aku sedang menjerang air untuk bikin kopi. aku ambil senter, karena di bawah kompor gelap sekali. aku soroti, tikus itu menyeringai. mungkin semacam mengancamku, akan membakar tabung gas jika aku mengganggunya lagi. kisah ini persis hanoman di ramayana. tikus seakan mau membakar tabung gas dengan ujung ekornya.
aku tinggalkan dia, si tikus tadi.
naas, ternyata seekor kucing tetangga telah mengincarnya. beberapa lama kucing tak menampakkan kuku tajamnya, kini ia mengeluarkannya. mengendap pelan, lalu diam menunggu mangsa.
sungguh aku tak tega. meski tikus jahat perilakunya, biarlah aku purapura tak melihat saat kematiannya tiba.
tibatiba kegaduhan terjadi. ributribut kecil di dapur. suara berderit, lalu gemlonthangkrompyang. aku melongoknya ke sumber kejadian. TKP. tempat kejadian perkara. rupanya dua ekor tikus. bekerja sama, membuka tutup saji yang menghalangi sekerat ikan asin sisa laukku tadi. dua ekor tikus lari. gagal mencuri.
perihal tikus dan kelakuannya, kita semua benci. itu aku yakini, karena tikus suka mencuri. juga tikustikus di rumahku ini. tak punya kerjaan lain, selain mencuri. sebenarnya semua jalan akses masuk rumahku sudah tertutup bagi tikus itu. tapi tikus memang pandai mencari celah. mulamula lewat lubang sisa bawah pintu belakang. aku menutupnya. lalu lewat lubang anginangin. kututup strimin plastik, digerogotinya hingga bolongbolong. aku revisidengan kawat strimin, sedikit menyusahkan si tikus. lumayan. tak putus asa, tikus memperlebar lubang semut di pojok rumah. aku mengamandemennya dengan semen. beres. beberapa waktu rumahku aman dari ganguan tikustikus itu.
tapi dasar tikus, tak bisa makan jika tak mencuri.
keluargaku juga ceroboh. atau tepatnya menyeroboh. lubang pembuangan air, tutupnya raib entah kemana. dan tikus mendapatkan jalan masuknya. kembali dia mencuri, seperti kejadian malam ini. untung aku konangi. tikus lari, bersembunyi. di bawah kompor gas dia menyembunyikan diri. padahal aku sedang menjerang air untuk bikin kopi. aku ambil senter, karena di bawah kompor gelap sekali. aku soroti, tikus itu menyeringai. mungkin semacam mengancamku, akan membakar tabung gas jika aku mengganggunya lagi. kisah ini persis hanoman di ramayana. tikus seakan mau membakar tabung gas dengan ujung ekornya.
aku tinggalkan dia, si tikus tadi.
naas, ternyata seekor kucing tetangga telah mengincarnya. beberapa lama kucing tak menampakkan kuku tajamnya, kini ia mengeluarkannya. mengendap pelan, lalu diam menunggu mangsa.
sungguh aku tak tega. meski tikus jahat perilakunya, biarlah aku purapura tak melihat saat kematiannya tiba.

No comments:
Post a Comment
mari, kuhargai keikhlasanmu